30.7.10
30 Juli 2008
Apa kabarmu di sana? Sekarang tepat dua tahun sepeninggal kamu.. Dan aku masih sering menangis jika teringat kamu. Aku mau nyari kamu, tapi harus ke mana? Kita begitu jauh dipisahkan oleh ruang dan waktu. Gak ada celah untuk kita bisa berjumpa lagi seperti dulu.
Dear Eci,
Mungkin ini jalan yang terbaik dari Tuhan untukmu. Untuk kita. Aku juga berusaha untuk menerima ini semua dengan hati yang ikhlas, meski kadang hati ini sulit menerimanya.
Dear Eci,
Mungkin kalau saat ini kamu masih bisa berdiri di hadapanku, aku pasti akan bertanya padamu, "Eci ambil kedokteran di mana?" Aku nggak pernah sekalipun lupa sama cita-cita kamu yang ingin menjadi seorang dokter. Aku suka dengan kegigihan kamu dalam memperjuangkan dan mewujudkan cita-cita kamu. Tapi sekarang, cita-cita hanyalah tinggal cita-cita. Bahkan kamu pergi sebelum hal tersebut sempat terwujud.
Dear Eci,
Aku merindukan kamu.. Apa kamu rindu sama aku? Aku yakin, kalau kamu berada di sini, pasti kamu akan bangga dengan kami, sahabat-sahabatmu, yang kini telah berhasil lulus dari SMA. Meskipun kamu nggak bisa ikut bersama kami di sini, tenang aja ya sayang, kami janji, kami akan meneruskan cita-cita kamu..
Dear Eci,
Di mana pun kamu berada sekarang, aku selalu berdoa untuk kebahagiaan kamu. Semoga Allah senantiasa menyayangi dan melindungi kamu. Semoga juga jalanmu selalu diterangi oleh para malaikat-malaikat ke tempat yang paling indah di sana.
Dear Eci,
Kapan-kapan main ya ke mimpi aku. Kamu udah jarang main sekarang. Setiap aku mimpiin kamu, aku selalu merasa dan berharap bahwa kamu masih ada di sini. Tapi ternyata, kamu memang masih ada. Kamu selalu ada dan selalu hidup bersama kami, di hati kami, orang-orang yang mencintaimu..
Dear Eci,
Gak ada lagi yang bisa mempersatukan kita kini, kecuali doa kami padamu, yang akan terus menerangi jalan kamu..
Dear Eci,
Selamat jalan sayang, selamat jalan kawan.
DR
21.7.10
H-10
It seems like a long time.
Waiting for months for that day.
But, when the day nearly comes,
......
I feel so empty.
Mungkin Bogor-Depok bukan jarak yang jauh untuk sebuah kepergian. But I can feel the distance. Terserah mereka mau berkata apa. Mungkin aku memang cengeng. Ya. Mungkin aku memang manja. Ya. Menghadapi hari yang sebentar lagi akan tiba, menghadapi hari kepindahanku, menghadapi fase hidup yang baru.
Baru saja aku berkata, "Why should I leave? It just takes 20 minutes from here." Tapi aku tahu, 'kehidupan' yang sesungguhnya telah menanti.
Dua bisikan terus berdengung dalam hatiku. Aku yakin aku ingin terus tetap berada di sini, berada di sekitar mereka yang menyayangiku. Suasana hangat, gelak tawa, serta ceria, diselingi sedikit pertentangan dan kepedihan. Tapi, aku juga ingin terus berjalan maju, menyusul kawanku dan berjalan beriringan bersamanya pada jalur kami masing-masing, menggapai satu titik yang sama. Masa depan.
Aku pergi.
Tapi aku akan kembali.
Pada saat itu tiba,
Siapkanlah senyuman terbaikmu
Untuk menyambutku.
for beloved people, especially for my mom.
DR
24.6.10
Surprise Part. II
Jadi inget postingan beberapa bulan yang lalu tentang Endless Surprises. Di sana gue menceritakan betapa girangnya gue bisa diterima di universitas impian gue, di pilihan pertama pula. Ditambah rentetan surprise yang sangat bikin gue terkejut sebelum gue bisa mencernanya, hahaa.. lebay abis.
Nah, beberapa hari yang lalu bokap kedapetan email dari om gue yang udah lama tinggal di Austalia. Bokap nyuruh gue buat baca dan isinya kira-kira seperti ini:
Beneran, rencana Allah selalu bisa bikin gue merinding. He knows the best time to give His permission :) Makasih banget, Ya Allah..
DR
Keberatan

Suatu hari gue pernah membuat status di account pribadi FB gue sendiri yang kira-kira berbunyi seperti ini:
Bukan tanpa alasan gue membuat status kayak gini. Itu karena gue udah "gerah" banget bacain status orang yang saenae' dewe' nulis tanpa memikirkan apa tanggapan orang lain. Fine lah kalau dia cuma mau mengungkapan pikirannya, tapi gue rasa status FB bukanlah sarana yang tepat buat mengeluarkan semua pikiran lo, terutama apa yang berkaitan dengan keidealisan atau berbau religius.
Karena gak semua orang berpikiran sama seperti mereka.
Gak semua orang berpikir statement yang ia anggap bercanda itu lucu.
Gak semua orang setuju dengan statement yang ia lontarkan.
Nggak.
Karena masing-masing pribadi pasti punya nilai-nilai sendiri yang gak bisa diganggu gugat. Dan gue sadar hal itu suatu saat pasti akan bergesekan kalau seseorang menyampaikannya secara gak tepat, karena pasti akan adanya perbedaan sudut pandang dan keidealisan dalam diri masing-masing.
Sekali lagi, status FB itu bukan sarana yang tepat buat mengeluarkan statement yang seperti itu. Walaupun tulisan di sananya What's On Your Mind? Gak harus juga kan lo keluarin semuanya apa yang lo pikirkan.. Seperti kata gue tadi, respect, please..
Karena singkatnya karakter dan keterbatasan space, pasti bakal menimbulkan banyak kesalahpahaman.
Seperti gue.
Gue contoh orang yang sedikit "terprovokasi" atas apa yang mereka tulis. Hm, kalau tentang hal apakah itu, pokoknya sangat menyinggung hal yang sangat sensitif.
*intermezzo..
Gue bingung kenapa bisa menulis tulisan seserius ini. Garang juga bacanya, hahaa.
Begitulah,
Beberapa hal yang gue pikirkan akhir-akhir ini.
Buat teman-teman sekalian, terima kasih pengertiannya.
Semoga gak terulang lagi.
Amin.
DR
1.6.10
Random
Gak usah jauh-jauh, bokap gue, sama kembarannya cuma beda satu huruf namanya.
Padahal mereka berdua kembar laki-laki dan perempuan.
Ada lagi temen gue, dikasih nama Aan sama Iin.
Temen lama gue juga namanya Ani dan Ayu.
Kenapa?
Kenapa harus mirip coba?
Padahal kan mereka dua individu yang berbeda, cuma kebetulan aja lahirnya barengan.
.jpg)
Bajunya kurang mirip apalagi coba?
Bahkan sampe ke sabuk-sabuknya pun sama.
Bukannya nggak boleh sih, cuma bingung aja.
Yang namanya anak kembar itu kan bukan satu paket yang selalu bisa disamain, ya kan?
Gue pribadi sebenernya sering bertanya-tanya, bokap gue kok gini, tapi kembarannya kok gitu.
Tentang banyak hal deh.
Tapi setelah dipikir-pikir, gue sadar kalau mereka itu dua pribadi yang berbeda.
Jelas aja.
Anak kembar gak harus selalu punya sifat dan jalan hidup yang sama kan?
Nah, abis dari dokter gigi gue cabut ke SKI Katulampa bareng emak. Ituloh, tempat jual tas, sepatu, dan sodara-sodaranya. Gue juga lupa singkatan apa ya SKI itu? Hm.
.jpg)
Ngeliatin harganya sih lumayan lah, mulai dari 70-an ke atas. Kebetulan ada tas yang sedikit nyantol di hati gue, harganya sekitar 200-an gitu. Nah, kebiasaan buruk gue nih selalu gitu. Kalau udah nemu barang yang ditaksir aja, malah jadi suka banyak mikir. Takut nanti nyesel lah, takut duitnya bisa buat kepake yang lain lah, takut ini, takut itu, ujung-ujungnya.. Gak jadi beli deh. Sejam muterin itu tempat hasilnya nihil. Aduh susah ya jadi cewek -_-
DR
25.5.10
"Mom just want to remind you.."
Then which of the Blessings of your Lord will you both (jinns and men) deny?
(Q.S Ar-Rahman 55:13)
Semalem sebelum tidur, gue sempet ngobrol bentar dulu sama nyokap. Biasalah, ngalor ngidul gak jelas sambil nungguin ngantuk. Terus nyokap tiba-tiba nanya gini: "Kamu kalau abis sholat, suka bersyukur gak sih?"
Wuedan.
Gue diem. Gue inget-inget. Mikir-mikir. Hm.
"Suka.." jawab gue sekenanya.
"Kok suka doang? Kamu kan udah dikasih kenikmatan. Doa kamu udah dikabulin, sampe diterima di dua universitas yang kamu mau. Masa bersyukurnya gitu doang?"
Krik. Krik. Krik
"Tapi kan bersyukur gak harus lewat kata-kata aja, Mah. Bisa dengan selalu beribadah, dll." *ceritanya ngebela diri*
"Ya gak gitu juga dong, masa sekarang diibaratin aja sekarang Mama. Mama misalnya beliin kamu baju, terus tapi kamu diem aja, gak bilang apa-apa. Kamu bilang terima kasihnya dalem hati. Emang enak perasaan Mama?"
"Kan bisa dengan ngerawat itu baju.. Dibagus-bagusin. Kan berarti aku menghargai pemberian Mama." *ngotot amat sih gw*
"Kalau kamu gitu ke Mama aja bikin Mama gak enak, gimana sama ke Allah? Yang ngasih kamu segalanya.."
Krik. Krik. Krik.
"Tapi pas pengumuman kan aku udah bersyukur."
"Iya, emangnya cukup sekali aja? Selain itu juga kan kamu dikasih banyak kenikmatan setiap hari. Ya nafas lah, kesehatan, makanan yang enak. Masa dikasih segitu banyak cuma bersyukurnya sekali doang?"
...
"Iya, Mah."
"Mama cuma ngingetin kamu aja, supaya kamu selalu ingat bersyukur."
:)
DR
14.5.10
Supergranny
Semalem gue mimpi..
Gue bertemu sama eyang gue..
Eyang. Yang udah pergi ninggalin gue sejak 2 tahun yang lalu. Terasa begitu lama, tapi begitu cepat pula. Entah kenapa tiba-tiba beliau muncul dan hadir dalam mimpi gue kemarin. Indah banget. Walaupun hanya sesaat, sekejap, but I can feel that's so real.
Dan gue bisa merasakan betapa sedih dan rindunya saat beliau harus pergi lagi dan menghilang entah kemana. Semuanya terjadi itu aja dan bener-bener terasa seperti sesungguhnya.
And I realize that, I miss her so badly..
Kalau boleh dibilang, semua perjuangan gue selama ini. Di sekolah, kursus, privat, bahkan belajar bareng sama temen-temen, demi mencapai semua impian gue.. dan juga demi eyang. She gave me much spirit than I expected.
Let's talk about this further.
Eyang adalah seorang sarjana lulusan UPI di jurusan Bahasa Inggris. Beliau sempat mengajar di sekolah-sekolah di Bandung sampai akhirnya beliau pindah ke Jakarta. Usianya yang sudah memasuki 70-an tidak menyurutkan beliau untuk terus belajar. Membaca. Mencari ilmu. Bahkan sampai akhir hayatnya pun, beliau tidak pikun sedikitpun dan masih sangat mengingat kami semua.
Sejak kecil, gue emang suka belajar bahasa Inggris sama eyang. Seminggu sekali gue dateng ke rumahnya dan minta diajari dari dasar. Bahkan bukunya pun masih gue simpen sampai sekarang.
Bisa dibilang, gue ini adalah cucu terdekat beliau. Karena ya, setiap minggu gue selalu nginep di rumahnya, sampai beliau mengembuskan nafas terakhirnya.. Dan entah sejak kapan, eyang berharap gue bisa mengikuti jejak beliau. Selain itu, gue pun adalah cucu terakhirnya dan karena sepupu-sepupu gue rata-rata udah pada kuliah, bahkan ada yang udah kerja, tapi gak ada seorang pun yang mengikuti jejaknya.
Akhirnya, sampai pada saat beliau sudah mau 'pergi', semua, dan setiap keluarga, masing-masing diberi wasiat. Termasuk gue. Beliau bener-bener berharap dan menegaskan ke gue kalau beliau ingin gue sepertinya. Bahkan semua buku-buku literatur, novel, conversation, sampai semua kaset yang berhubungan sama bahasa dan sastra Inggris beliau kasihin ke gue. Gak nanggung-nanggung, DUA lemari semuanya buat gue.
Dan entah juga sejak kapan, tiba-tiba keinginan gue yang ingin jadi psikolog ilang begitu aja. Eh beneran loh. Padahal dari gue SMP gue pengen banget jadi psikolog, karena menurut gue menyenangkan bisa memahami tingkah laku manusia sampai ke detail-detailnya. Tapi layaknya air yang dipanasin, semuanya menguap begitu aja.
Setelah dipikir-pikir, baca buku dan menulis emang hobi gue sejak dulu. Bahkan koleksi buku gue pun nggak nanggung-nanggung, gue punya 1 lemari 5 susun dan 2 lemari 3 susun yang semuanya penuh sama buku. Dan kalau gue bisa mengembangkan semua itu dengan pendidikan formal, kenapa ngga? Dan gue mengingat-ingat cita-cita gue sejak SD, sebelum gue berpindah haluan ingin jadi psikolog. Gue pengen jadi.. sastrawan.
Hmm. Dan setelah itu, gak ada alesan lagi untuk nggak menjalankan amanah eyang gue. Mungkin emang bener.. Semangat eyang tertanam kuat di dalem hati gue, itu kata nyokap.
Sudah setahun ini gue berjuang buat itu semua, dan alhamdulillah, gue bisa menjaga amanah beliau sekarang. Gue bisa mengikuti jejaknya dan ingiiin sekali seperti beliau yang haus akan pengetahuan. Semua keberhasilan gue ini gue persembahkan untuk eyang..
Inspiratif. Supportif. My greatest granny ever.
Dan gue berharap beliau bisa tersenyum atas semua ini.. Oh God, I just wondering how does she feel if she knew about this. I really wondering, and I wanna know..
DR
8.5.10
Endless Surprises
dan kemarin gue di-sms temen gue kalau hari ini adalah pengumuman SIMAK UI. gue bingung dong, "bukannya masih minggu depan ya?" dan gue santai-santai aja, siapa tau salah liat (haha) eh ternyata pas gue buka webnya kemarin, beneran jadi hari ini. langsung deh deg-degan, keringet dingin, gak bisa tidur, saking deg-degan dan excitednya.
tapi semua itu gue pasrahin aja, soalnya gue gak yakin keterima. masalahnya, dari 120 soal, yang gue jawab cuma 58. mantap gak tuh? gue udah hopeless dan bilang gini ke temen gue: "paling gak ada nomer gue di koran."
eeeh pagi-pagi tadi ternyata nyokap udah nungguin tukang koran dari jam 5 subuh! ampun, gue aja belum bangun. terus pas jam 6 nya gue dibangunin, kata nyokap gimana nih tukang korannya belum dateng. dalem hati gue pikir, bodo amat. emang bukan jodoh gue kali. haha
kemudian gue ditelepon sama temen gue. dia udah beli korannya dan diterima di D3. beuh, makin ciut aja itu mah gue. gak akan ada.. gak akan ada.. kata gue. emang rejeki gue di unpad, gue terus ngulang kata-kata itu dalem hati. terus temen gue nyuruh gue nyatetin tuh nomer ujian biar dia nanti yang liatin. eh buset, kata gue dalem hati. ada juga mentok-mentok dapet D3 deuh, kata gue dalam hati.
sampai tiba-tiba temen gue bilang: "ADA! DI SASTRA INGGRIS" hahaha modyar mimpi apa gue semalem? Ya Allah, bercanda ini, kata gue dalem hati. gue keukeuh gak percaya mau buktiin akhirnya gue nyegat lagi tuh tukang koran sampe jam 7, akhirnya dateng juga, dan bener dong NOMER GUE ADA DI URUTAN KELIMA SASTRA INGGRIS.
bodohnya lagi, gue masih belum percaya. gue pengen nunggu sampe pengumuman di webnya ada, dan.. ALHAMDULILLAH. benar ternyata saudara-saudara. saya tidak sedang bermimpi.
sekarang kalau di suruh milih, gue bakalan prefer ke UI karena deket dan gue gak bisa jauh dari orang tua. kemarin-kemarin sebelum pengumuman nyokap udah ngewanti-wanti aja gimana kalau gue di Bandung sendirian, kalau pengen ketemu nyokap, kalau ada apa-apa segala macem. ternyata Allah memberi jawabannya sekarang. Allahuakbar :)
yang bikin gue agak malu dan, ehem, sedikit berbangga, nyokap gw langsung seneeeeng banget dan ngasih tau sodara-sodara gue. hihi. ajaib ya, gue seneng bangeeet bisa diterima di UI. tapi lebih seneng lagi saat liat kedua orang tua gue bangga, nyelametin gue sambil tersenyum. duh, gilaaa gak bisa dibayangkan banget deh senengnya.
next.
kejutan selanjutnya adalah..
saat nyokap gue ngasih tau sodara-sodara gue, termasuk bude gue, tiba-tiba beliau (bude) nyaranin gini: "sambil nunggu kuliah, les aja di TBI, sekalian biar ada persiapan. mintanya yang native speaker. walaupun agak lebih mahal, tapi gak apa-apa, biar saya semua yang nanggung."
Ya Allah.. kejutan apa lagi coba ini?
*sujud syukur*
btw, congrats buat yang keterima juga. buat yang belum.. masih banyak kesempatan :)
regards,
DR
5.5.10
SMUP UNPAD

Alhamdulillah.. I got a good news this morning. After i had woken up from the bed, i turned the computer on and opened the entrance test announcement. And, i passed the test! I got English Literature as my major and this is my first choice. Alhamdulillah Ya Allah. Thanks for granting my prayers :)
DR
27.4.10
26th April
thanks God, now i'm graduate from high school.
thanks God for giving me Your promise, and i believe You'll never break it.
the best gift that i got yesterday morning was my parents' smile :)
and they proud of me because i did well without cheating.
the best result is when you reach your goal with your own ability.
and i'm feel that yesterday, even until this day.
after all this time,
i'm so thankful that i have one step closer to my dreams.
DR
13.2.10
A Story With "Tante Bule"
cerita ini udah cukup lama..
akhir bulan desember kemarin, gue kedatangan sodara gue yang dari australia. mereka itu kakaknya bokap dan kakak iparnya bokap (yaiyalah, suami istri) sayang aja, mereka gak punya anak. jadi gak punya sepupu bule deh.. *ga penting*
jadi ceritanya, om gue yang notabene kakaknya bokap itu udah lama banget tinggal di australia. dari menetap sampai menikah di sana. nah jadi ceritanya setelah bertahun-tahun gak ketemu, akhirnya gue ketemu lagi sama mereka di bogor. yihuu.
mereka berlibur ke bogor cuma 3 hari sajaa karena selebihnya mereka jalan-jalan muterin indonesia. mulai dari bali, jakarta, jawa tengah, dll. jadi ceritanya pas mereka lagi di bogor, gue sama mama dan papa jadi tour guide mereka gitu (duileh) mulai dari jalan-jalan ke kebun raya, puncak, sampe makan malem di restoran sunda (hebat! wajah bule lidah sunda)
jadi sekitar jam 11-an gitu gue ngejemput mereka di hotel pangrango. terus langsung cabut ke kebun raya bogor. entah kenapa ya gue tiba-tiba hepi. bukan, bukan karena gue gak pernah ke sana. tapi karena emang (kita sebut dia tante bule) tante bule gue itu baik banget dan royal. terutama karena gue ditraktir makan di kafe dedaunan haha *otak matre*.jpg)
terus akhirnya kami ngelilingin kebun raya by walking walking under the trees haha (ngaco) dan si tante bule gue ngomong gini *dalam bahasa inggris yang udah diterjemahkan*
"dilla, negara kamu indah banget. saya pernah ke negara asia lain tapi tidak seindah indonesia. mereka di sana kelaparan, tidak seperti di sini."
dalem hati gue berpikir: "ni tante gak tau aja masih banyak orang indonesia juga kelaparan." *sigh* tapi gue bangga juga sih karena dia sangat menghargai budaya kita. sedangkan kita sendiri? ayoo dong! harusnya kita bisa lebih menghargai warisan budaya kita :)
dan setelah seharian menjadi tour guide, gue jadi merasa bangga dengan warisan budaya dan negara gue. jangan berpikir, apa sih yang negara udah kasih buat gue? tapi berpikirlah, apa sih yang bisa gue kasih buat negara? betul gak? betuuull...jpg)
nah, skip. kita beralih..
yah, jadi begitu ceritanya. gue melewatkan banyak hal bersama tante bule gue dan suaminya itu.. and i never expected that that day will be my last day with her.
beberapa hari kemudian mereka terbang ke bali sebelum akhirnya pulang ke australia. dan pada hari senin malam (gue bertemu mereka hari selasa minggu lalunya) gue dikabarin bahwa tante bule gue itu mengalami koma.. setelah jatuh di kolam renang hotel. kontan, gue langsung shock. masa sih? kan gue baru kemaren ketemu? kok bisa? dan segala macam pertanyaan semacam itu.
see.. gue gak pernah menyangkan bahwa beberapa kejadian bisa terjadi sebegitu cepatnya. rasanya baru kemarin gue ngobrol sama dia, makan malem bareng, dibeliin oleh-oleh, dan segala macem. dan semuanya terjadi begitu aja. tanpa ada yang tahu. tanpa ada yang mau. tanpa ada yang bisa merubahnya.
seandainya tante gue gak lewat kolam renang..
seandainya tante gue gak ke bali..
seandainya..
seandainya..
terlalu banyak kata "seandainya". padahal harusnya kita tahu bahwa semua hal tersebut udah direncanakan oleh-Nya.
gak ada yang harus dirubah.
memang harus begitu jalannya.
dua minggu kemudian tante gue dibawa pulang ke australia dan dikabarkan meninggal di sana. well..
gak ada yang tahu apa yang akan terjadi minggu depan, besok, ataupun sedetik kemudian. seperti gue, rasanya gue seperti bermimpi. di saat gue sedekat itu dengan tante gue, bercerita dan berbicara, tak lama kemudian kita terpisah sedemikian jauhnya.
begitulah hidup. between two nothingness. before we born, we were nothing. after we dead, we will be nothing.
DR
24.1.10
Evening Thought
mari sekarang kita merenung.. *jengjeng*
gue akhir-akhir ini selalu merenung.. sekarang gue udah duduk di bangku kelas 3 SMA. dua bulan lagi UN bakalan diselenggarain, SIMAK UI juga, UM UGM juga, SMUP UNPAD juga, dan segala macemnya.. saat ini posisi gue kayak lagi "digantung". pengen cepet-cepet lulus, tapi juga gak mau ninggalin masa-masa SMA.
selama masa SMA gue, gue rasa jarang banget ada hal yang berkesan. gue bukan orang yang eksis dan suka nongkrong di kafe gaul dan gue juga bukan kutu buku yang selalu jadi kesayangan guru-guru. gue bener-bener sangat ordinary. atau di tengah-tengah. atau plin-plan.
saat gue liat temen-temen gue dari SMP yang kebetulan satu sekolah sekarang, gue rasa mereka memiliki sesuatu "lebih" yang gak gue miliki. yang satu, sekarang sukses di eksul dan berorganisasi, yang satu jadi anak gaul, yang satu jadi anak pinter, dan lain-lain.. sedangkan gue, the same as the previous me. gue cuma anak yang, gak pinter-pinter amat, gak gaul-gaul amat, gak dikenal guru-guru amat. pokoknya serba setengah. gue cuma anak SMA biasa yang hobi baca buku, nulis, dan pacaran sama laptop. hmmm..
tapi gue rasa semua itu gak penting. yang penting jadi diri sendiri aja dan gue nyalaman dengan keadaan gue sekarang. dan gue lebih memilih jadi orang pinter dibanding orang populer. makanya sekarang gue lagi berusaha biar jadi pinter.. haha. karena dari dalam diri gue sendiri pun, gue lebih menghargai orang-orang yang berisi dibanding orang yang hanya mementingkan popularitas. bergaul oke, tapi gue gak mikirin popularitas. yang penting gue punya temen yang bisa nyambung sama gue dan bisa gue ajak berbagi apapun.
sekarang, gue pengen banget ngasih pembuktian ini. gue pengen banget bisa jadi orang yang bisa berguna, at least, bagi diri gue sendiri. gue pengen banget bisa jadi orang yang bisa dibanggakan, minimal untuk orang tua gue. karena sekarang gue berjuang mati-matian buat semua tes perguruan tinggi tersebut, karena cuma satu yang gue pengen. gue pengen bikin kedua orang tua gue bangga. gue pengen liat senyum mereka atas apa yang gue capai. i wish i could.. hanya itu.
God, please give my parents, my dearest mom and my lovely daddy longevity. so that i can give them happinesses in their lives. please, give me their smiles. and i know i don't need anything when i can stay with them. for. ever. Amin.
DR
22.1.10
D & F

D & F
dilla & fian
dil-laf-ian
9 august 2007
at classroom
5.30 pm
thursday
we both love watching movies on XXI
we both love watching movies on XXI by using freepass so we don't need to spend money for watching our selected movie
we both love eating in the roadside so we don't need spend much money for delicious foods :p
we both love sitting under the old big tree on IPB
i hate cats & kittens and you ever gave me a kitty till i cried. that was my first experience touched that little scary animal
i never visited your house after 2 years we were together, finally my first visit was on April last year
even it's a shame, i admitted that i always taking a bath once a day, until you call me "cadul". hey, don't you ever realize that you have the same habit as me? :p
i ever wished that if i could have one more sibling because i'm feel lonely since my brother left for jogjakarta. and you were lucky since you have a little cute brother.
i gave you a jeans bag when your 15th birthday and you give me a cute watch when my 16th birthday. yes, i'm older than you 10 months. and i hate that
we have the same dream. we wish that we could traveling around the world and would getting married under 25. and ya, having FOUR children. and two of them should be a twins.
---
It has been 2 years and 5 months. It has passed 2 years and we still together. We don't know whether our relationship will find its way. Whether happy or not, together or not, the two of us or alone again. We're too young for thinking further, but i don't want to go anywhere. My heart has found its right place. Your heart.
Remembering about the first time you say about your feeling. Watching you felt nervous and stammered when you said your "sacred" words. I don't know why but you seemed so cute. Even i had my own answer, i loved enjoying that moment..
9 August 2007

pictures were taken from Daisypath and Weheartit
DR
8.1.10
Jogja Trip
I've just arrived from Jogjakarta last Wednesday. And i'm still feel jetlag (even i rode bus) :p Huaaah. It was a long trip. I had left Bogor on Sunday, 4 p.m, and arrived in Semarang at 7 a.m and then continued the journey to Magelang and Jogjakarta. But i really love when i can go back to Magelang and visit Borobudur. It's been a long time since my first visit in 2002. Hehe. And, still, Borobudur made me amazed and fascinated. Unfortunately, my photos on there still in my friends' digicam, so i haven't upload them yet. It's only a few photos that were taken by my handphone.

27.12.09
Photoshoot
Pst. I've just bought a pair of new shoes from Bandung. I love it! :D
.jpg)
.jpg)
Aaand i have a little story. It has been 2 years, 4 months, 2 weeks, and 4 days since my boyfriend and I have a special relationship. And next year, on January 9, we will celebrate our 29th monthsarry. Amin. Hehe. This photo was taken on last Friday.
Do you remember that today is 27th December? 4 days to go until next year. And I haven't any plan for new year's celebration. Anybody wants to take me? Hiks. Hehe. Okay, maybe on new year's night i will open up all of my books and studying until the midnight comes. Maybe it's the best way how to pass the new year's night as a senior grade student. Hehe. My plan for next year:
- Take an intensive course for university entrance tests
- Studying at home
- Reduce my playing times
- Prepare for UN, SIMAK UI, UM UGM, and SMUP UNPAD.
wish me the best guys, yaaay :)
DR
.jpg)

